<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Bantahan dari OMNI INTERNATIONAL HOSPITAL ALAM SUTERA terhadap email PRITA MULYASARI</title>
	<atom:link href="http://cenary.com/bantahan-dari-omni-international-hospital-alam-sutera-terhadap-email-prita-mulyasari.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cenary.com/bantahan-dari-omni-international-hospital-alam-sutera-terhadap-email-prita-mulyasari.html</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 May 2010 21:22:19 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: Satria</title>
		<link>http://cenary.com/bantahan-dari-omni-international-hospital-alam-sutera-terhadap-email-prita-mulyasari.html/comment-page-1#comment-435</link>
		<dc:creator>Satria</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 09:47:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cenary.com/?p=699#comment-435</guid>
		<description>Dear,

Sudah seharusnya pemerintah melalui nurani dan komitmennya mengatur semua rumah sakit agar manusia jangan di jadikan komoditi komersiil, melalui etika dan kode etik seharusnya dapat mengedepankan nurani kemanusiaan, sebaiknya pemerintah segera mengambil tindakan tegas apa yang disaran kan DPR sudah jelas harus dicabut izin nya.kalau tidak segera mencabut izin tsb ada apa sebenarnya.

Thanks &amp; Regards</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear,</p>
<p>Sudah seharusnya pemerintah melalui nurani dan komitmennya mengatur semua rumah sakit agar manusia jangan di jadikan komoditi komersiil, melalui etika dan kode etik seharusnya dapat mengedepankan nurani kemanusiaan, sebaiknya pemerintah segera mengambil tindakan tegas apa yang disaran kan DPR sudah jelas harus dicabut izin nya.kalau tidak segera mencabut izin tsb ada apa sebenarnya.</p>
<p>Thanks &amp; Regards</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: akoe</title>
		<link>http://cenary.com/bantahan-dari-omni-international-hospital-alam-sutera-terhadap-email-prita-mulyasari.html/comment-page-1#comment-404</link>
		<dc:creator>akoe</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2009 02:38:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cenary.com/?p=699#comment-404</guid>
		<description>yah, klo gni mending berobat ke RS pemerintah yg udah berdiri puluhan tahun dan udah terjamin dokter2nya..

&quot;teliti sebelum membeli&quot; pepatah yg pas. semoga bu Prita tidak mengalami kejdian yg lebih buruk akibat oknum yg hanya&quot;money oriented&quot; saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yah, klo gni mending berobat ke RS pemerintah yg udah berdiri puluhan tahun dan udah terjamin dokter2nya..</p>
<p>&#8220;teliti sebelum membeli&#8221; pepatah yg pas. semoga bu Prita tidak mengalami kejdian yg lebih buruk akibat oknum yg hanya&#8221;money oriented&#8221; saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Halim</title>
		<link>http://cenary.com/bantahan-dari-omni-international-hospital-alam-sutera-terhadap-email-prita-mulyasari.html/comment-page-1#comment-402</link>
		<dc:creator>Halim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 18:03:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cenary.com/?p=699#comment-402</guid>
		<description>TERNYATA RUMAH SAKIT OMNI INTERNATIONAL MEMANG TELAH MELAKUKAN PENIPUAN.

INI SUDAH TERBUKTI DARI KETERANGAN YG DIBERIKAN OLEH MENTERI KESEHATAN
Rumah Sakit Omni International Alam Sutera, Serpong, Tangerang, BUKAN Rumah Sakit Internasional. 

Menurut Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Omni merupakan rumah sakit swasta dalam negeri yang tidak ada kepemilikan asingnya.
“Omni itu sebenarnya bukan rumah sakit internasional, hanya namanya,” kata Siti di Jakarta kemarin. Ia telah menegur Rumah Sakit tersebut sejak Agustus Tahun lalu supaya tidak menggunakan kata “internasional” di belakangnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Mulya Hasmi mengatakan perbedaan antara rumah sakit internasional dan rumah sakit non-internasional terletak pada kepemilikan modal asing. Namun, dari segi pelayanan kesehatan tidak ada perbedaan. “Standar pelayanan kesehatan sama saja, setiap dokter sudah ada SOP-nya,” kata Mulya.

Sebenarnya tidak ada sanksi khusus terhadap rumah sakit biasa yang menambahkan kata “internasional”. Namun, tindakan tersebut merupakan Pembohongan Publik alias PENIPUAN, kata Mulya. Departemen Kesehatan–yang tidak bisa mencabut izin rumah sakit karena alasan itu–hanya akan mengeluarkan surat edaran kepada rumah sakit biasa yang menambahkan kata “internasional”.

Prita sudah Menulis DI AWAL Kalimatnya sbb : &quot; Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.
Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa &quot; RS tersebut berstandard International &quot;, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.&quot;



Dari Situ Sudah Terbukti Bahwa apa yang di tulis oleh Prita Memang Benar ... 
Bahwa OMNI INternational Memang TELAH melakukan Penipuan ...

Karena OMNI International sebenarnya adalah Rumah Sakit Biasa yg Seharusnya bernama &quot; Rumah Sakit OMNI Aja &quot; 

dan ini sudah DITEGUR Oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia ... 
Tapi memang pada Dasarnya dia Memang Berniat Melakukan Pembohongan Publik ... makanya Mereka Tetap Tidak Mengubris Teguran dari MENTERI KESEHATAN kita .... dengan Tetap Menggunakan Nama Rumah Sakit OMNI International .... 
agar Masyarakat bisa Tertipu oleh kata2 International .... 

dan Hal ini ternyata terbukti pada Prita ...dimana Prita sudah Tertipu 
karena Prita Percaya kalau RS OMNI INternational adalah benar2 RS International ...

Ternyata selain namanya bukan Omni International ... kualitas nya pun TERBUKTI sangat tidak International ....

Ironisnya Prita sendiri yang sudah mendapat Siksaan Akibat Perawatan yg tidak seharusnya... Kini malah ditambah Harus Di Penjara ......
 
Dan Prita yg pada Awalnya memang Berobat ke Rumah Sakit itu karena percaya bahwa di pikir Prita Omni itu memang benar adalah RS International ....
yang Ternyata adalah Rumah Sakit Penipu ber taraf International ....

Kita Lihat saja Berapa Lama Umur Rumah Sakit OMNI International itu ...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>TERNYATA RUMAH SAKIT OMNI INTERNATIONAL MEMANG TELAH MELAKUKAN PENIPUAN.</p>
<p>INI SUDAH TERBUKTI DARI KETERANGAN YG DIBERIKAN OLEH MENTERI KESEHATAN<br />
Rumah Sakit Omni International Alam Sutera, Serpong, Tangerang, BUKAN Rumah Sakit Internasional. </p>
<p>Menurut Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, Omni merupakan rumah sakit swasta dalam negeri yang tidak ada kepemilikan asingnya.<br />
“Omni itu sebenarnya bukan rumah sakit internasional, hanya namanya,” kata Siti di Jakarta kemarin. Ia telah menegur Rumah Sakit tersebut sejak Agustus Tahun lalu supaya tidak menggunakan kata “internasional” di belakangnya.</p>
<p>Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Mulya Hasmi mengatakan perbedaan antara rumah sakit internasional dan rumah sakit non-internasional terletak pada kepemilikan modal asing. Namun, dari segi pelayanan kesehatan tidak ada perbedaan. “Standar pelayanan kesehatan sama saja, setiap dokter sudah ada SOP-nya,” kata Mulya.</p>
<p>Sebenarnya tidak ada sanksi khusus terhadap rumah sakit biasa yang menambahkan kata “internasional”. Namun, tindakan tersebut merupakan Pembohongan Publik alias PENIPUAN, kata Mulya. Departemen Kesehatan–yang tidak bisa mencabut izin rumah sakit karena alasan itu–hanya akan mengeluarkan surat edaran kepada rumah sakit biasa yang menambahkan kata “internasional”.</p>
<p>Prita sudah Menulis DI AWAL Kalimatnya sbb : &#8221; Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.<br />
Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa &#8221; RS tersebut berstandard International &#8220;, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.&#8221;</p>
<p>Dari Situ Sudah Terbukti Bahwa apa yang di tulis oleh Prita Memang Benar &#8230;<br />
Bahwa OMNI INternational Memang TELAH melakukan Penipuan &#8230;</p>
<p>Karena OMNI International sebenarnya adalah Rumah Sakit Biasa yg Seharusnya bernama &#8221; Rumah Sakit OMNI Aja &#8221; </p>
<p>dan ini sudah DITEGUR Oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia &#8230;<br />
Tapi memang pada Dasarnya dia Memang Berniat Melakukan Pembohongan Publik &#8230; makanya Mereka Tetap Tidak Mengubris Teguran dari MENTERI KESEHATAN kita &#8230;. dengan Tetap Menggunakan Nama Rumah Sakit OMNI International &#8230;.<br />
agar Masyarakat bisa Tertipu oleh kata2 International &#8230;. </p>
<p>dan Hal ini ternyata terbukti pada Prita &#8230;dimana Prita sudah Tertipu<br />
karena Prita Percaya kalau RS OMNI INternational adalah benar2 RS International &#8230;</p>
<p>Ternyata selain namanya bukan Omni International &#8230; kualitas nya pun TERBUKTI sangat tidak International &#8230;.</p>
<p>Ironisnya Prita sendiri yang sudah mendapat Siksaan Akibat Perawatan yg tidak seharusnya&#8230; Kini malah ditambah Harus Di Penjara &#8230;&#8230;</p>
<p>Dan Prita yg pada Awalnya memang Berobat ke Rumah Sakit itu karena percaya bahwa di pikir Prita Omni itu memang benar adalah RS International &#8230;.<br />
yang Ternyata adalah Rumah Sakit Penipu ber taraf International &#8230;.</p>
<p>Kita Lihat saja Berapa Lama Umur Rumah Sakit OMNI International itu &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: naomi agnes</title>
		<link>http://cenary.com/bantahan-dari-omni-international-hospital-alam-sutera-terhadap-email-prita-mulyasari.html/comment-page-1#comment-397</link>
		<dc:creator>naomi agnes</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 16:07:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cenary.com/?p=699#comment-397</guid>
		<description>sudahlah.....knp mesti mengatakan Ham dan lain lain...masih banyak ibu ibu diruang tahanan sana ,,yang meninggalkan putra putrinya,,,,, bahkan ada yang masih bayi...kronis nya ditahan karena mencuri susu di swalayan buat bayi nya karena tak sanggup..membeli...coba itu yang dibebaskan oleh bu Mega...ayao donk bu...
juga wartawan Bernas ..sampai sekarang belum terungkap..untuk media coba ini diangkat kembali jadi berita utama...juga pak munir pembela hak azasi manusia....ayo donk....ungkapkan.....siapa pembuuhnya....berita jangan pilih kasih donk</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sudahlah&#8230;..knp mesti mengatakan Ham dan lain lain&#8230;masih banyak ibu ibu diruang tahanan sana ,,yang meninggalkan putra putrinya,,,,, bahkan ada yang masih bayi&#8230;kronis nya ditahan karena mencuri susu di swalayan buat bayi nya karena tak sanggup..membeli&#8230;coba itu yang dibebaskan oleh bu Mega&#8230;ayao donk bu&#8230;<br />
juga wartawan Bernas ..sampai sekarang belum terungkap..untuk media coba ini diangkat kembali jadi berita utama&#8230;juga pak munir pembela hak azasi manusia&#8230;.ayo donk&#8230;.ungkapkan&#8230;..siapa pembuuhnya&#8230;.berita jangan pilih kasih donk</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: xbox</title>
		<link>http://cenary.com/bantahan-dari-omni-international-hospital-alam-sutera-terhadap-email-prita-mulyasari.html/comment-page-1#comment-393</link>
		<dc:creator>xbox</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 08:12:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cenary.com/?p=699#comment-393</guid>
		<description>Berikut pernyataan salah seorang dokter JW yang juga pernah bekerja pada salah satu Rumah Sakit swasta:



&lt;blockquote&gt;Jakarta - Saya dulu dokter yang juga pegawai negeri. Mengabdi di daerah Indonesia Timur. Termasuk wilayah sangat tepencil.

Saya putuskan untuk keluar karena betapa dasyatnya kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dan segala setan yang ada dalam birokrasi. Saya ke Jakarta untuk kerja di rumah sakit swasta.

Betapa bejatnya manajemen rumah sakit yang mengharuskan setiap dokter yang menerima pasien di poliklinik atau pun instalasi gawat darurat sedapat mungkin mengusahakan pasiennya dirawat dengan apa pun alasan klinisnya. Saya putus asa dengan keadaan yang melawan batin saya ini.

Saya pun keluar, dan syukurlah sebuah perusahan multi nasional dari sebuah negara di Eropa menerima saya sebagai overseas doctor untuk lokasi proyek mereka di berbagai negara. Saya juga bersyukur mendapat rezeki yang lebih tanpa harus berbuat dosa.

Temen-teman, apa yang dialami Ibu Prita bukan bohong. Saya yakin itu dan masih banyak korban yang sebenarnya tidak menyadari menjadi korban dari rumah sakit yang berbasis business atau money oriented.

Percayalah masih banyak dokter di Indonesia yang pintar dan berbudi. Tapi, mereka tenggelam oleh ganasnya kehidupan birokrasi yang bejat.

Salam,
JW&lt;/blockquote&gt;


dikutip dari :
http://suarapembaca.detik.com/read/2009/06/05/172447/1143477/471/percaya-ibu-prita-mulyasari-tidak-bohong</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut pernyataan salah seorang dokter JW yang juga pernah bekerja pada salah satu Rumah Sakit swasta:</p>
<blockquote><p>Jakarta &#8211; Saya dulu dokter yang juga pegawai negeri. Mengabdi di daerah Indonesia Timur. Termasuk wilayah sangat tepencil.</p>
<p>Saya putuskan untuk keluar karena betapa dasyatnya kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dan segala setan yang ada dalam birokrasi. Saya ke Jakarta untuk kerja di rumah sakit swasta.</p>
<p>Betapa bejatnya manajemen rumah sakit yang mengharuskan setiap dokter yang menerima pasien di poliklinik atau pun instalasi gawat darurat sedapat mungkin mengusahakan pasiennya dirawat dengan apa pun alasan klinisnya. Saya putus asa dengan keadaan yang melawan batin saya ini.</p>
<p>Saya pun keluar, dan syukurlah sebuah perusahan multi nasional dari sebuah negara di Eropa menerima saya sebagai overseas doctor untuk lokasi proyek mereka di berbagai negara. Saya juga bersyukur mendapat rezeki yang lebih tanpa harus berbuat dosa.</p>
<p>Temen-teman, apa yang dialami Ibu Prita bukan bohong. Saya yakin itu dan masih banyak korban yang sebenarnya tidak menyadari menjadi korban dari rumah sakit yang berbasis business atau money oriented.</p>
<p>Percayalah masih banyak dokter di Indonesia yang pintar dan berbudi. Tapi, mereka tenggelam oleh ganasnya kehidupan birokrasi yang bejat.</p>
<p>Salam,<br />
JW</p></blockquote>
<p>dikutip dari :<br />
<a href="http://suarapembaca.detik.com/read/2009/06/05/172447/1143477/471/percaya-ibu-prita-mulyasari-tidak-bohong">http://suarapembaca.detik.com/read/2009/06/05/172447/1143477/471/percaya-ibu-prita-mulyasari-tidak-bohong</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: arif</title>
		<link>http://cenary.com/bantahan-dari-omni-international-hospital-alam-sutera-terhadap-email-prita-mulyasari.html/comment-page-1#comment-392</link>
		<dc:creator>arif</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 07:51:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cenary.com/?p=699#comment-392</guid>
		<description>sungguh trgedi yang memalukan dan memuakkan...itu adalah dampak liberalisasi dunia kesehatan.Rumah sakit, dokter, perawat dan  tenaga kesehatan hanya sebagai sapi perah oleh pemilik modal. independensi, dedikasi, keihlasan bekerja sudah luntur oleh kuatnya kemauan  pemilik modal. rumah sakit dijadikan aset untuk mengeruk keuntungan baik swasta maupun pemerintah. itu adalah contoh kecil dari dampak kebijakan tesebut. pemilik modal mendirikan RS dengan keinginan mencapat untung yang besar. makin banyak yang sakit, rumah sakit makin untung. maka jangan heran kalo DBD, TB dll tidak pernah habis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sungguh trgedi yang memalukan dan memuakkan&#8230;itu adalah dampak liberalisasi dunia kesehatan.Rumah sakit, dokter, perawat dan  tenaga kesehatan hanya sebagai sapi perah oleh pemilik modal. independensi, dedikasi, keihlasan bekerja sudah luntur oleh kuatnya kemauan  pemilik modal. rumah sakit dijadikan aset untuk mengeruk keuntungan baik swasta maupun pemerintah. itu adalah contoh kecil dari dampak kebijakan tesebut. pemilik modal mendirikan RS dengan keinginan mencapat untung yang besar. makin banyak yang sakit, rumah sakit makin untung. maka jangan heran kalo DBD, TB dll tidak pernah habis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: xbox</title>
		<link>http://cenary.com/bantahan-dari-omni-international-hospital-alam-sutera-terhadap-email-prita-mulyasari.html/comment-page-1#comment-391</link>
		<dc:creator>xbox</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 16:53:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cenary.com/?p=699#comment-391</guid>
		<description>Mohon maaf rekan-rekan yang comment nya hilang, account saya di suspend jadi saat ini menggunakan database yang kemarin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon maaf rekan-rekan yang comment nya hilang, account saya di suspend jadi saat ini menggunakan database yang kemarin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: chika habsari</title>
		<link>http://cenary.com/bantahan-dari-omni-international-hospital-alam-sutera-terhadap-email-prita-mulyasari.html/comment-page-1#comment-388</link>
		<dc:creator>chika habsari</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 11:55:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cenary.com/?p=699#comment-388</guid>
		<description>bu dipenjara gak papa,habis itu tuntut balik Jaksa,polisi&amp;lowyer OMNI skalian orang OMNI yang memperkarakan ini utuk kesalahannya
lowywr suruh nyari kesalahannya sendiri &amp; hukuman yang pantas
HIDUP kebenaran Hidup Ibu Prita</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bu dipenjara gak papa,habis itu tuntut balik Jaksa,polisi&amp;lowyer OMNI skalian orang OMNI yang memperkarakan ini utuk kesalahannya<br />
lowywr suruh nyari kesalahannya sendiri &amp; hukuman yang pantas<br />
HIDUP kebenaran Hidup Ibu Prita</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: chika habsari</title>
		<link>http://cenary.com/bantahan-dari-omni-international-hospital-alam-sutera-terhadap-email-prita-mulyasari.html/comment-page-1#comment-387</link>
		<dc:creator>chika habsari</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 11:49:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cenary.com/?p=699#comment-387</guid>
		<description>lowyernya kuliahnya gak pernah masuk &amp; tukang bolos
dokternya kuliahnya di kedokteran hewan
jaksanya pendidikannya dimana ya......??????????
rumah sakitnya untuk orang  atu hewan.........????????
maaf polisi &amp; jaksa dapat duet berapa dari OMNI?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lowyernya kuliahnya gak pernah masuk &amp; tukang bolos<br />
dokternya kuliahnya di kedokteran hewan<br />
jaksanya pendidikannya dimana ya&#8230;&#8230;??????????<br />
rumah sakitnya untuk orang  atu hewan&#8230;&#8230;&#8230;????????<br />
maaf polisi &amp; jaksa dapat duet berapa dari OMNI?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Daranuri Prihatiningtyas</title>
		<link>http://cenary.com/bantahan-dari-omni-international-hospital-alam-sutera-terhadap-email-prita-mulyasari.html/comment-page-1#comment-381</link>
		<dc:creator>Daranuri Prihatiningtyas</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 07:36:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cenary.com/?p=699#comment-381</guid>
		<description>Sebaiknya Presiden SBY Menindak Menteri Kesehatan RI
Kriminalisasi yang menimpa pasien RS OMNI International Alam Sutera, Serpong, Tangerang, Prita Mulyasari menimbulkan keprihatinan dan reaksi dari berbagai pihak, termasuk Calon Presiden Megawati Soekarno Putri dan Jusuf Kalla. Megawati bahkan mengunjungi rumah tahanan dimana Prita dijebloskan penjara oleh rumah sakit asing tersebut.
Lalu apa yang dilakukan oleh  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ? meskipun terlambat, sebaiknya Presiden SBY segera memanggil Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang lolos dari perhatian publik. Menkes seolah-olah menutup mata atas kasus kriminalisasi terhadap pasien ini. Akankah menteri seperti ini, dipertahankan oleh Presiden SBY nanti?
Sepantasnya Presiden SBY menegur dan menindak Menkes Siti yang belum meskipun sudah hiruk pikuk, tetapi beliau masih adem ayem bahkan cenderung menghilang ditelan bumi. Padahal sudah menjadi kewajiban Menkes RI untuk menjatuhkan sanksi kepada RS  OMNI International yang secara sewenang-wenang melakukan kriminalisasi terhadap pasiennya. 
Jika perlu perizinannya dicabut, ya lakukan saja sesuai dengan kewenangannya. Toh, dalam konteks ini, usulan Anggota DPR-RI Komisi III Suripto patut dipertimbangkan. Dia mengusulkan agar perizinan Rumah Sakit (RS) Omni Internasional yang berada di kompleks Perumahan Alam Sutra, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten agar ditinjau ulang terkait kasus Prita Mulyasari, 32. &quot;Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan surat ke Menteri Kesehatan untuk meninjau ulang semua perizinan RS itu,&quot; kata Suripto di Tangerang, Rabu (3/6).
Menurut Suripto, aparat Departemen Kesehatan diharapkan dapat melakukan kajian ulang dan meneliti terhadap keberadaan RS yang memiliki sertifikat internasional terutama menyangkut pelayanan medis kepada warga.  Masalah itu, katanya, agar tidak terulang kasus serupa nantinya terhadap pasien sehingga manajemen RS dapat bertanggung jawab. &quot;Apalagi ada indikasi pelayanan di RS tersebut tidak dilakukan petugas medis secara maksimal terhadap pasien termasuk Prita,&quot; kata anggota DPR dari Fraksi Pertai Keadilan Sejahtera (F-PKS).
Anda peduli atas masalah ini  dan ingin berpartisipasi namun tidak tahu caranya ? Inilah langkah-langkahnya :
1.	Copy Paste artikel di atas di dalam blog, mailing list, facebook, twitter, myspace, ataupun jejaring social yang Anda miliki.
2.	Sebarluaskan informasi ini dengan mengirimkan artikel tersebut terutama kepada semua blog, mailing list, facebook, twitter, myspace, ataupun jejaring social yang dikelola oleh komponen Tim Sukses SBY (kebetulan masih sebagai Presiden RI, sehingga diharapkan tergerak hatinya, untuk berbuat lebih cepat lebih baik untuk dunia kesehatan nasional). 
3.	Jangan lupa, sertakan kalimat “Dengan menyebarluaskan informasi ini, berarti Anda peduli terhadap masalah kesehatan nasional”
4.	Terima kasih, semoga perjuangan melawan kriminalisasi pasien oleh rumah sakit internasional bisa berhasil.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebaiknya Presiden SBY Menindak Menteri Kesehatan RI<br />
Kriminalisasi yang menimpa pasien RS OMNI International Alam Sutera, Serpong, Tangerang, Prita Mulyasari menimbulkan keprihatinan dan reaksi dari berbagai pihak, termasuk Calon Presiden Megawati Soekarno Putri dan Jusuf Kalla. Megawati bahkan mengunjungi rumah tahanan dimana Prita dijebloskan penjara oleh rumah sakit asing tersebut.<br />
Lalu apa yang dilakukan oleh  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ? meskipun terlambat, sebaiknya Presiden SBY segera memanggil Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang lolos dari perhatian publik. Menkes seolah-olah menutup mata atas kasus kriminalisasi terhadap pasien ini. Akankah menteri seperti ini, dipertahankan oleh Presiden SBY nanti?<br />
Sepantasnya Presiden SBY menegur dan menindak Menkes Siti yang belum meskipun sudah hiruk pikuk, tetapi beliau masih adem ayem bahkan cenderung menghilang ditelan bumi. Padahal sudah menjadi kewajiban Menkes RI untuk menjatuhkan sanksi kepada RS  OMNI International yang secara sewenang-wenang melakukan kriminalisasi terhadap pasiennya.<br />
Jika perlu perizinannya dicabut, ya lakukan saja sesuai dengan kewenangannya. Toh, dalam konteks ini, usulan Anggota DPR-RI Komisi III Suripto patut dipertimbangkan. Dia mengusulkan agar perizinan Rumah Sakit (RS) Omni Internasional yang berada di kompleks Perumahan Alam Sutra, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten agar ditinjau ulang terkait kasus Prita Mulyasari, 32. &#8220;Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan surat ke Menteri Kesehatan untuk meninjau ulang semua perizinan RS itu,&#8221; kata Suripto di Tangerang, Rabu (3/6).<br />
Menurut Suripto, aparat Departemen Kesehatan diharapkan dapat melakukan kajian ulang dan meneliti terhadap keberadaan RS yang memiliki sertifikat internasional terutama menyangkut pelayanan medis kepada warga.  Masalah itu, katanya, agar tidak terulang kasus serupa nantinya terhadap pasien sehingga manajemen RS dapat bertanggung jawab. &#8220;Apalagi ada indikasi pelayanan di RS tersebut tidak dilakukan petugas medis secara maksimal terhadap pasien termasuk Prita,&#8221; kata anggota DPR dari Fraksi Pertai Keadilan Sejahtera (F-PKS).<br />
Anda peduli atas masalah ini  dan ingin berpartisipasi namun tidak tahu caranya ? Inilah langkah-langkahnya :<br />
1.	Copy Paste artikel di atas di dalam blog, mailing list, facebook, twitter, myspace, ataupun jejaring social yang Anda miliki.<br />
2.	Sebarluaskan informasi ini dengan mengirimkan artikel tersebut terutama kepada semua blog, mailing list, facebook, twitter, myspace, ataupun jejaring social yang dikelola oleh komponen Tim Sukses SBY (kebetulan masih sebagai Presiden RI, sehingga diharapkan tergerak hatinya, untuk berbuat lebih cepat lebih baik untuk dunia kesehatan nasional).<br />
3.	Jangan lupa, sertakan kalimat “Dengan menyebarluaskan informasi ini, berarti Anda peduli terhadap masalah kesehatan nasional”<br />
4.	Terima kasih, semoga perjuangan melawan kriminalisasi pasien oleh rumah sakit internasional bisa berhasil.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
